Barru News — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Kabupaten Barru melontarkan kritik tajam terhadap kondisi media online lokal yang dinilai kian kehilangan independensi dan fungsi kontrol sosial. Kritik tersebut disampaikan Ketua LAKI Barru, Andi Agus, sebagai bentuk keprihatinan terhadap merosotnya kualitas jurnalisme di daerah.

Menurutnya, banyak media di Barru saat ini tidak lagi menjalankan peran ideal sebagai penyampai informasi yang objektif dan kritis. Alih-alih menjadi pilar keempat demokrasi, sejumlah media justru dianggap berubah fungsi menjadi semacam humas tidak resmi bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barru.
Hilangkan Fungsi Kontrol Sosial
Dalam pernyataannya, Andi Agus menilai bahwa media seharusnya menjadi partner sekaligus pengawas dalam penyelenggaraan pemerintahan. Namun kondisi sebaliknya justru terjadi.
“Banyak media di Barru seperti ‘mati suri’. Mereka tidak lagi melakukan kontrol sosial. Yang muncul justru pemberitaan yang memoles citra pemerintah tanpa keberimbangan,” ujar Andi Agus.
Ia menegaskan bahwa situasi tersebut sangat berbahaya karena dapat menciptakan ruang gelap dalam penyelenggaraan pemerintahan. Tanpa kritik dan pemantauan yang memadai, potensi pelanggaran, penyimpangan anggaran, dan praktik korupsi semakin sulit terdeteksi publik.
Baca Juga : Polres Barru Resmi Laksanakan Operasi Zebra Pallawa 2025
Profesionalisme Menurun, Indepedensi Dipertanyakan
LAKI menyoroti bahwa penurunan profesionalisme media disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk minimnya pendanaan perusahaan pers, ketergantungan terhadap iklan pemerintah, hingga rendahnya kapasitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik.
“Ketika media bergantung penuh pada anggaran pemerintah, independensi otomatis tergadaikan. Berita yang muncul akhirnya hanya yang ‘aman’ bagi pemerintah, ” tambahnya.
Andi Agus menilai bahwa fenomena tersebut harus segera dibenahi karena media merupakan mitra strategis bagi masyarakat dalam memperoleh informasi yang akurat dan kritis.
LAKI Minta Media Kembali ke Rel Jurnalisme Sehat
Andi Agus juga mendorong para pemilik media dan jurnalis lokal agar kembali ke prinsip-prinsip jurnalisme profesional. Hal ini termasuk menjaga keberimbangan, akurasi, serta menyajikan berita yang berbasis fakta, bukan titipan.
“Kami berharap media kembali ke relnya. Jadilah penyambung lidah rakyat, bukan alat propaganda pihak tertentu. Demokrasi tanpa media kritis hanyalah ilusi,” tegasnya.
Seruan Bagi Pemerintah untuk Tidak Alergi Kritik
Tak hanya menyoroti media, LAKI juga meminta Pemkab Barru untuk tidak alergi terhadap kritik serta memberi ruang lebih luas bagi media melakukan pengawasan.
Andi Agus menyatakan bahwa kritik adalah bagian penting dari tata kelola pemerintahan yang sehat. Dengan hadirnya media yang independen, masyarakat dapat ikut mengawal pembangunan secara lebih transparan dan berkeadilan.


















