Barru News – Kampung Zakat Produktif menjadi bukti nyata komitmen Kabupaten Barru dalam memperkuat tata kelola zakat yang transparan dan berdampak. Melalui program yang diinisiasi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Barru ini, pemerintah daerah menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah dengan pengelolaan zakat terbaik di Indonesia.
Inisiatif tersebut bertujuan mengubah pola pengelolaan zakat dari sekadar konsumtif menjadi pemberdayaan ekonomi berkelanjutan, yang mampu meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat.
Peluncuran program ini digelar pada Jumat (7/11/2025) dan dihadiri oleh unsur Forkopimda, tokoh agama, serta perwakilan Kementerian Agama. Program ini disebut akan menjadi model percontohan nasional dalam optimalisasi dana zakat berbasis produktif.
Capaian Zakat Rp22 Miliar dalam Tiga Tahun
Ketua BAZNAS Kabupaten Barru, H. Anwar Taufiq, menyampaikan bahwa dalam tiga tahun terakhir lembaganya telah berhasil menghimpun dana zakat sebesar Rp22 miliar. Capaian ini, menurutnya, menjadi bukti kuat kepercayaan masyarakat terhadap sistem pengelolaan zakat di Barru yang dinilai transparan, akuntabel, dan sesuai prinsip syariah.
“Kami berupaya menjadikan zakat bukan sekadar bantuan konsumtif, tetapi modal produktif untuk memberdayakan mustahik. Kampung Zakat Produktif adalah bentuk nyata dari visi tersebut,” ujar Anwar.
Ia menambahkan, sebagian besar dana yang dihimpun dialokasikan untuk program pemberdayaan ekonomi mikro, pelatihan kewirausahaan, bantuan alat kerja, dan pengembangan usaha kecil berbasis rumah tangga.
Baca Juga : Sinergi Pemkot–Baznas, Kunci Entaskan Kemiskinan di Makassar
Predikat WTP dan Audit Syariah Kemenag
Kinerja positif BAZNAS Barru turut dibuktikan dengan diraihnya predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan, serta hasil audit syariah dari Kementerian Agama RI. Kedua pencapaian tersebut memperkuat posisi Barru sebagai daerah dengan tata kelola zakat yang kredibel dan profesional.
“Transparansi dan akuntabilitas adalah fondasi kami. Dengan tata kelola yang baik, zakat akan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambah Anwar.
Dukungan Pemerintah Daerah
Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, yang hadir dalam peluncuran tersebut, menyampaikan apresiasinya terhadap BAZNAS Barru. Ia menilai, inovasi Kampung Zakat Produktif selaras dengan visi pembangunan daerah berbasis kemandirian ekonomi dan kesejahteraan sosial.
“Program ini menjadi bukti bahwa zakat bukan hanya instrumen ibadah, tetapi juga kekuatan ekonomi umat. Pemerintah daerah akan terus mendukung agar inisiatif seperti ini tumbuh di seluruh kecamatan,” ujar Bupati Andi Ina.
Dengan peluncuran Kampung Zakat Produktif, Kabupaten Barru diharapkan mampu memperluas dampak zakat bagi masyarakat, menjadikannya motor penggerak ekonomi umat dan inspirasi bagi daerah lain di Indonesia.


















