Barru News – Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, menegaskan bahwa pengurangan Dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat tidak akan menjadi penghambat bagi Pemerintah Kabupaten Barru dalam menjalankan program pembangunan. Ia menilai kebijakan tersebut justru harus menjadi tantangan dan motivasi untuk mendorong kreativitas daerah dalam menggali potensi lokal.

Pengurangan Dana Bukan Alasan untuk Berhenti Berkarya
Dalam keterangannya, Bupati Andi Ina menyebutkan bahwa pengurangan dana transfer dari pusat merupakan kebijakan nasional yang harus diterima dengan bijak oleh seluruh pemerintah daerah. Menurutnya, penyesuaian anggaran ini bukanlah akhir dari upaya pembangunan, melainkan kesempatan untuk menemukan cara-cara baru dalam mengelola sumber daya daerah secara lebih efisien.
“Kita tidak boleh bergantung sepenuhnya pada dana transfer pusat. Ini saatnya Barru lebih mandiri dengan memaksimalkan potensi lokal yang kita miliki,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Barru akan terus melakukan penataan anggaran yang efektif, memprioritaskan program yang berdampak langsung bagi masyarakat, dan memastikan efisiensi di setiap sektor pemerintahan.
Baca Juga : Karang Taruna Barru dan Polres Bahas Sinergi Jelang SKBKT di Mallusetasi
Dorong Inovasi dan Peningkatan Pendapatan Asli Daerah
Bupati Andi Ina juga menekankan pentingnya inovasi dan kreativitas dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pemerintah daerah, katanya, harus berani menciptakan terobosan di sektor-sektor strategis seperti pariwisata, pertanian, dan ekonomi kreatif.
“Kita memiliki banyak potensi, mulai dari hasil pertanian, perikanan, hingga pariwisata yang bisa dikembangkan menjadi sumber pendapatan baru. Saya ingin setiap perangkat daerah berpikir inovatif dan berani melakukan pembaruan,” tutur Andi Ina.
Ia juga mengapresiasi kerja sama antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Barru, termasuk pelibatan UMKM dan komunitas lokal.
Optimistis Hadapi Tantangan Fiskal Nasional
Meski pengurangan TKD berpotensi menekan ruang fiskal daerah, Andi Ina tetap optimistis Barru mampu menjaga stabilitas pembangunan. Ia menilai dengan tata kelola yang baik, transparansi, serta kolaborasi lintas sektor, Barru dapat terus berkembang meski dalam keterbatasan anggaran.
“Kami akan fokus pada program prioritas seperti peningkatan infrastruktur dasar, layanan publik, dan penguatan ekonomi masyarakat. Tantangan ini justru menjadi dorongan untuk berinovasi dan memperkuat kemandirian daerah,” tegasnya.
Fokus pada Tata Kelola dan Efisiensi Anggaran
Bupati Barru juga menegaskan komitmennya untuk memastikan setiap rupiah dari APBD digunakan secara tepat sasaran dan transparan. Melalui pengawasan yang ketat dan sistem pelaporan berbasis digital, diharapkan pengelolaan keuangan daerah semakin akuntabel.
Dengan semangat kolaborasi dan kreativitas, Pemerintah Kabupaten Barru bertekad untuk menjadikan tantangan pengurangan dana transfer ini sebagai momentum menuju kemandirian fiskal dan inovasi daerah yang berkelanjutan.


















