Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

DPRD Barru Dukung Nelayan Tradisional, Desak Penegakan Larangan Pukat Harimau

banner 120x600
banner 468x60

Barru News Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barru menyatakan dukungannya terhadap aspirasi nelayan tradisional yang menolak penggunaan alat tangkap trawl atau pukat harimau di wilayah perairan Barru.

RRI.co.id - Dewan Minta Tindak Tegas Pelaku Ilegal Fishing
DPRD Barru Dukung Nelayan Tradisional, Desak Penegakan Larangan Pukat Harimau

Dukungan ini disampaikan usai pertemuan antara sejumlah nelayan dan anggota DPRD Barru di Gedung DPRD Barru, Rabu (5/11/2025).

banner 325x300

Kunjungan para nelayan tersebut bertujuan menyampaikan keresahan atas maraknya aktivitas penangkapan ikan dengan menggunakan pukat harimau, yang dinilai merusak ekosistem laut dan mengancam keberlanjutan hasil tangkapan nelayan kecil.

Nelayan Minta Ketegasan Penegak Hukum

Perwakilan nelayan tradisional, Hasan Basri, dalam audiensi itu menegaskan bahwa praktik penggunaan pukat harimau telah lama merugikan mereka.

“Kami sudah berulang kali melihat kapal yang menggunakan pukat harimau di wilayah tangkap kami. Ikan jadi berkurang, jaring kami rusak, dan laut makin tidak ramah bagi nelayan kecil,” ujarnya.

Ia meminta pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum agar turun langsung melakukan pengawasan dan menindak tegas pelaku pelanggaran tersebut.

Baca Juga : Eric Horas: Gerindra Terbuka, Tapi Bergabung Harus Pahami Arah Perjuangan Partai

“Kalau tidak ada tindakan nyata, nelayan tradisional bisa kehilangan sumber penghidupan,” tambahnya.

DPRD Barru Siap Fasilitasi dan Awasi

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Barru, H. Abdul Rahman, menyampaikan komitmen dewan untuk menindaklanjuti aspirasi para nelayan.

“Kami sangat memahami keresahan masyarakat pesisir. Penggunaan pukat harimau sudah jelas dilarang secara nasional. Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Perikanan dan aparat kepolisian untuk memastikan aturan ditegakkan,” tegas Abdul Rahman.

Ia menambahkan, DPRD Barru juga akan mendorong peningkatan program pemberdayaan dan bantuan alat tangkap ramah lingkungan bagi nelayan kecil agar mereka tetap produktif tanpa merusak habitat laut.

Pemkab Diminta Turun ke Lapangan

Selain menyoroti aspek penegakan hukum, DPRD Barru juga mengingatkan pentingnya peran pemerintah daerah dalam melakukan sosialisasi berkelanjutan mengenai larangan penggunaan alat tangkap destruktif.

“Pemerintah harus hadir, baik dalam bentuk pengawasan maupun edukasi kepada nelayan pengguna trawl agar beralih ke alat tangkap yang sesuai aturan,” ujar Abdul Rahman.

Pertemuan tersebut ditutup dengan kesepakatan untuk membentuk tim kecil yang melibatkan DPRD, Dinas Perikanan, aparat keamanan, dan perwakilan nelayan guna menindaklanjuti laporan dan memastikan pengawasan lebih ketat di perairan Barru.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *