Barru News – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lapatarai Barru tengah menjadi perbincangan hangat setelah muncul keluhan masyarakat mengenai penempatan ruang Instalasi Gizi yang berdekatan dengan kamar mayat.

Kondisi ini dianggap tidak layak, mengingat dapur gizi merupakan pusat penyediaan makanan bagi pasien, sementara kamar mayat identik dengan area yang berpotensi menimbulkan risiko kontaminasi. Fakta bahwa jendela dapur gizi langsung menghadap ke kamar mayat menambah besar keresahan warga.
Kekhawatiran Soal Kesehatan dan Higienitas
Masyarakat menilai jarak yang terlalu dekat antara kedua ruangan vital ini berbahaya bagi kesehatan pasien maupun tenaga medis. Dapur gizi semestinya memiliki standar kebersihan yang tinggi untuk menjamin kualitas makanan pasien. Jika letaknya berdampingan dengan kamar mayat, risiko pencemaran udara, bau, bahkan potensi kontaminasi bakteri bisa meningkat. Kondisi ini jelas bertentangan dengan prinsip sanitasi rumah sakit yang seharusnya ketat.
Baca Juga : Geger! Warga Barru Temukan Perempuan Tewas di Dalam Toko Palembang 2
Protes dari Masyarakat dan Keluarga Pasien
Sejumlah keluarga pasien menyuarakan protes keras atas kondisi tersebut. Mereka menilai pihak rumah sakit kurang memperhatikan standar kenyamanan dan keselamatan. “Bagaimana bisa makanan pasien diolah di tempat yang berhadapan langsung dengan kamar jenazah? Ini jelas tidak pantas,” ujar salah seorang keluarga pasien yang enggan disebutkan namanya. Suara serupa juga ramai di media sosial, memperlihatkan kekhawatiran publik terhadap mutu pelayanan kesehatan di RSUD Lapatarai.
Tanggapan Manajemen Rumah Sakit
Hingga kini, pihak RSUD Lapatarai Barru belum memberikan penjelasan resmi terkait protes tersebut. Namun, sejumlah pihak internal menyebut kondisi tersebut terjadi karena keterbatasan ruang dan tata letak bangunan lama yang belum diperbarui. Meski begitu, masyarakat mendesak agar pihak rumah sakit segera melakukan perbaikan atau relokasi fasilitas agar tidak menimbulkan polemik lebih besar.
Desakan Perbaikan dari Pemerintah Daerah
Menanggapi sorotan publik, DPRD Barru dan sejumlah aktivis kesehatan meminta Pemerintah Kabupaten Barru segera turun tangan. Mereka menilai penataan ulang ruang rumah sakit menjadi sangat mendesak, baik untuk menjaga standar pelayanan maupun mengembalikan kepercayaan masyarakat. Pemerintah daerah diharapkan tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur baru, tetapi juga meninjau kembali tata letak fasilitas vital yang menyangkut keselamatan pasien.
Harapan Perubahan untuk Pelayanan Lebih Baik
Kasus ini menjadi pelajaran penting bahwa rumah sakit harus mengutamakan aspek higienitas dan keselamatan dalam setiap pelayanan. Relokasi Instalasi Gizi ke tempat yang lebih layak diharapkan segera direalisasikan. Masyarakat Barru pun berharap polemik ini tidak sekadar menjadi isu sesaat, melainkan momentum untuk membenahi manajemen RSUD Lapatarai agar benar-benar memenuhi standar kesehatan yang ideal.


















