Barru News – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barru menerima kunjungan audiensi dari Bappelitbangda Provinsi Sulawesi Selatan bersama Japan International Cooperation Agency (JICA) pada Selasa (23/9/2025). Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Wakil Bupati Barru ini menjadi wadah diskusi mengenai strategi inovatif untuk menekan angka kemiskinan sekaligus mempercepat penuntasan masalah stunting di daerah.

Wakil Bupati Barru, Abustan A. Bintang, menyambut langsung rombongan yang dipimpin pejabat Bappelitbangda Sulsel bersama tim JICA. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen bersama dalam mencari solusi berkelanjutan terkait dua isu krusial yang berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat.
Fokus pada Kemiskinan dan Stunting
Dalam sambutannya, Wabup Abustan menegaskan bahwa kemiskinan dan stunting merupakan dua persoalan yang saling berkaitan. Keluarga dengan keterbatasan ekonomi rentan mengalami keterbatasan akses terhadap gizi, pendidikan, dan layanan kesehatan, yang akhirnya berdampak pada tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, kerja sama lintas sektor dan dukungan mitra internasional seperti JICA menjadi langkah penting untuk memperkuat upaya daerah.
Baca Juga : Pemprov Sulsel Lelang 99 Mobil Dinas, Ini Syaratnya Bagi yang Berminat
“Kolaborasi ini bukan hanya soal program, tetapi juga soal transfer pengetahuan dan pengalaman. Kita ingin belajar dari praktik terbaik yang sudah diterapkan JICA di berbagai daerah,” ungkap Abustan.
Kolaborasi Lintas Sektor
Pertemuan ini turut dihadiri Pj. Sekretaris Daerah Barru, Plt. Kepala Bappelitbangda Barru, Kepala Dinas Perikanan, Kepala Dinas Sosial, Sekretaris Dinas Pertanian, Sekretaris Diskumdag, serta sejumlah pejabat teknis lainnya. Hadirnya lintas organisasi perangkat daerah (OPD) menjadi bukti bahwa penanganan stunting dan kemiskinan membutuhkan pendekatan multipihak.
Diskusi yang berlangsung membahas langkah-langkah konkret, mulai dari penguatan sektor perikanan dan pertanian sebagai sumber gizi keluarga, hingga program perlindungan sosial yang dapat menjangkau masyarakat miskin. Selain itu, perhatian juga diberikan pada edukasi masyarakat mengenai pola asuh, gizi seimbang, dan sanitasi lingkungan.
Harapan ke Depan
Pemkab Barru optimistis bahwa audiensi ini akan menghasilkan program bersama yang lebih terarah dan efektif. Dengan pendampingan JICA, diharapkan lahir model penanganan stunting dan pengentasan kemiskinan yang bisa menjadi contoh bagi daerah lain di Sulawesi Selatan.
“Tujuan kita jelas, menurunkan angka stunting dan kemiskinan secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Semoga kolaborasi ini membawa manfaat nyata bagi masyarakat Barru,” tutup Wabup Abustan.


















