Barru News – PLN Indonesia Power terus menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL). Kali ini, anak usaha PLN tersebut menghadirkan wisata konservasi penyu di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, sebagai langkah nyata menjaga ekosistem laut sekaligus mendukung sektor pariwisata berkelanjutan.

Program ini diluncurkan di kawasan pesisir Barru yang selama ini dikenal sebagai salah satu lokasi peneluran penyu. Melalui kerja sama dengan pemerintah daerah, komunitas nelayan, serta kelompok pencinta lingkungan, PLN Indonesia Power membangun pusat konservasi yang berfungsi sebagai tempat penetasan telur, rehabilitasi, hingga edukasi masyarakat dan wisatawan.
General Manager PLN Indonesia Power Unit Pembangkitan Barru, Andi Rahmat, menjelaskan bahwa konservasi penyu ini bukan hanya upaya menjaga satwa langka, tetapi juga mengembangkan destinasi wisata baru yang memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Konservasi penyu adalah langkah penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem laut. Kami ingin menghadirkan program yang tidak hanya berorientasi lingkungan, tetapi juga memberi nilai tambah bagi warga lokal melalui sektor pariwisata,” ujarnya, Jumat (5/9/2025).
Baca Juga : Prabowo puji “patriot bond” Danantara untuk biayai program pembangunan
Melalui program ini, masyarakat pesisir dilibatkan aktif, mulai dari menjaga habitat penyu, mengelola fasilitas wisata edukasi, hingga memandu pengunjung. Dengan begitu, konservasi sekaligus membuka peluang usaha baru, seperti homestay, kuliner, dan kerajinan tangan.
PLN Power Dorong Ekowisata Penyu di Barru Sulsel
Bupati Barru, Suardi Saleh, menyambut baik inisiatif PLN Indonesia Power. Ia menilai program ini selaras dengan visi pemerintah daerah dalam mendorong pariwisata berbasis lingkungan dan budaya. “Barru memiliki garis pantai yang panjang dan potensi ekowisata besar. Kehadiran wisata konservasi penyu akan menambah daya tarik wisata sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian laut,” kata Suardi.
Sementara itu, Ketua Kelompok Konservasi Pesisir Barru, Nurhidayat, menuturkan bahwa selama ini populasi penyu kian terancam akibat perburuan telur dan kerusakan habitat. Dengan adanya dukungan PLN Indonesia Power, ia optimistis populasi penyu bisa dipulihkan. “Ini momentum baik untuk memastikan anak cucu kita masih bisa melihat penyu di laut Barru,” ungkapnya.
Wisata konservasi penyu ini dirancang ramah lingkungan dengan fasilitas sederhana seperti pusat informasi, area pelepasan tukik, serta jalur edukasi. Ke depan, PLN Indonesia Power berencana menambahkan program penelitian bersama perguruan tinggi untuk memperkuat basis ilmiah konservasi.
Dengan langkah ini, Barru tak hanya menjaga warisan lautnya, tetapi juga memposisikan diri sebagai destinasi ekowisata unggulan di Sulawesi Selatan.


















