Barru News — Kerusakan parah pada badan jalan penghubung utama menuju Kecamatan Pujananting, tepatnya di Dusun Parenring, Desa Mattirowalie, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru, telah memasuki hampir satu tahun tanpa penanganan signifikan. Separuh badan jalan yang ambruk itu kini berubah menjadi ancaman keselamatan bagi warga yang melintas setiap hari.

Jalan yang seharusnya berfungsi sebagai akses vital antarwilayah tersebut kini dipenuhi retakan, longsoran tanah, dan celah menganga yang menghambat aktivitas masyarakat. Kondisi ini memicu kecaman dan kekecewaan luas dari warga sekitar, yang menilai penanganan pemerintah daerah belum menunjukkan progres nyata.
Warga Khawatir dan Merasa Terabaikan
Para pengguna jalan mengaku harus berhati-hati saat melewati titik kerusakan, terutama pada malam hari ketika pencahayaan minim. Beberapa kendaraan roda dua bahkan disebut pernah tergelincir akibat struktur jalan yang tidak stabil.
Seorang warga Dusun Parenring, Rahmat, mengungkapkan keresahannya.
“Setiap hari kami lewat sini dengan rasa waswas. Sudah lama ambruk tapi belum ada perbaikan serius. Jangan sampai ada korban baru diperbaiki,” ujarnya.
Baca Juga : Polres Barru Resmi Laksanakan Operasi Zebra Pallawa 2025
Keluhan serupa juga disampaikan pedagang dan petani yang mengandalkan jalur tersebut untuk distribusi hasil panen. Mereka berharap pemerintah tidak menunda lebih lama penanganan jalan yang menjadi urat nadi aktivitas ekonomi warga.
Sorotan ke Pemerintah Daerah
Sejak kerusakan terjadi, warga menyebut sudah beberapa kali menyampaikan laporan dan harapan kepada pemerintah kabupaten. Namun, hingga kini, perbaikan permanen belum juga dilakukan. Hal ini kemudian menimbulkan kritik terhadap kinerja pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari.
Tokoh pemuda setempat, Ardiansyah, menilai lambatnya penanganan ini berdampak langsung pada kepercayaan publik.
“Kami butuh tindakan konkret, bukan sekadar janji. Jalan ini akses utama, bukan jalan kecil. Harusnya jadi prioritas,” tegasnya.
Pemerintah Diminta Prioritaskan Perbaikan
Pengamat kebijakan publik yang dihubungi terpisah menilai bahwa kerusakan jalan yang berlangsung lama dapat menimbulkan risiko besar terhadap keselamatan warga, termasuk potensi kecelakaan fatal. Pemerintah daerah diminta segera mengambil langkah mitigasi, baik berupa perbaikan darurat maupun penanganan permanen.
“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Bila anggaran belum tersedia, setidaknya dilakukan pengamanan sementara agar tidak membahayakan pengguna jalan,” ujar pengamat tersebut.
Warga berharap pemerintah Kabupaten Barru segera memberikan kejelasan terkait jadwal perbaikan dan langkah cepat yang akan dilakukan, agar akses utama menuju Pujananting dapat kembali aman dan layak dilalui.


















