Barru News – Wakil Bupati Barru, Aska Mappe, secara resmi membuka Lomba Taksi Gabah Libureng Cup Race Seri 3 yang digelar di Kecamatan Libureng, Barru, pada akhir pekan ini. Event unik yang memadukan tradisi pertanian dengan semangat sportivitas ini mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah daerah.

Dalam sambutannya, Wabup Aska menekankan bahwa lomba taksi gabah bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga bentuk penghargaan terhadap kerja keras petani sekaligus kreativitas masyarakat dalam melestarikan budaya lokal. “Kegiatan ini adalah cermin kearifan lokal kita. Petani tidak hanya menghasilkan pangan, tetapi juga menghadirkan inovasi yang bisa dinikmati bersama,” ujarnya.
Mengangkat Tradisi ke Panggung Publik
Lomba taksi gabah merupakan kompetisi balap dengan memanfaatkan alat tradisional pengangkut gabah. Event ini berhasil menarik perhatian masyarakat luas, karena selain menghadirkan hiburan, juga memperkuat rasa kebersamaan antarwarga.
Baca Juga : Tindak Pidana KDRT Bontotangnga Diduga Suami Bunuh Istri, Pelaku Ditemukan Luka Berat Kebun Coklat
Aska menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan berbasis tradisi yang mampu mengangkat citra Barru sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat. “Dengan event seperti ini, sektor pariwisata dan UMKM lokal juga bisa mendapatkan manfaat. Inilah bukti bahwa tradisi bisa berjalan berdampingan dengan kemajuan,” tambahnya.
Antusiasme Peserta dan Penonton
Seri ketiga Libureng Cup Race tahun ini diikuti puluhan tim yang mayoritas berasal dari komunitas petani. Suasana lapangan berubah menjadi meriah, dengan teriakan dukungan penonton yang memadati arena. Para peserta beradu ketangkasan dan kecepatan dalam mengendalikan taksi gabah, sehingga menciptakan tontonan menarik dan penuh adrenalin.
Harapan untuk Keberlanjutan
Melalui lomba ini, Wabup Barru berharap agar kreativitas masyarakat terus tumbuh dan generasi muda semakin mencintai tradisi lokal. “Semoga lomba taksi gabah ini tidak hanya berhenti pada seremonial, tetapi bisa berkembang menjadi event tahunan yang memberi dampak positif bagi Barru,” pungkasnya.
Lomba Taksi Gabah Libureng Cup Race Seri 3 menjadi bukti bahwa tradisi pertanian masih bisa diolah menjadi hiburan modern tanpa kehilangan nilai budayanya. Lebih dari itu, kegiatan ini memperkuat identitas daerah sekaligus menumbuhkan rasa bangga bagi masyarakat Barru.


















