Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

Warga Soroti Kerusakan Taman Desa Pancana, SPKR Minta APH Turun Tangan

banner 120x600
banner 468x60

Barru News – Kondisi Taman Desa Pancana, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, kembali menjadi sorotan warga. Fasilitas publik yang baru dibangun sekitar dua tahun lalu dengan anggaran diperkirakan mencapai Rp105 juta tersebut kini terlihat rusak cukup parah di sejumlah titik. Kerusakan ini memicu kekecewaan masyarakat sekaligus pertanyaan besar terkait kualitas konstruksi sejak awal pembangunan.

Warga Soroti Kerusakan Taman Desa Pancana, SPKR Minta APH Turun Tangan
Warga Soroti Kerusakan Taman Desa Pancana, SPKR Minta APH Turun Tangan

Bangunan Roboh dan Retak di Banyak Bagian

Sejumlah warga mengaku heran karena taman yang seharusnya bertahan lebih lama itu justru tampak cepat rusak. Beberapa bagian tembok pembatas dilaporkan roboh, lantai taman retak, bahkan beberapa elemen ornamen terlihat terlepas. Kondisi tersebut dinilai tidak wajar mengingat bangunan masih tergolong baru.

banner 325x300

“Kami melihat kerusakannya terlalu cepat. Bangunan baru dua tahun sudah ambruk seperti ini. Ada apa dengan kualitasnya?” ujar Rahmat, salah satu warga setempat.

Warga menduga bahwa material dan kualitas pengerjaan tidak memenuhi standar sehingga menyebabkan daya tahan konstruksi sangat rendah.

SPKR Desak Aparat Penegak Hukum Bertindak

Menanggapi keluhan warga, Steering Committee Pemantau Kinerja Rakyat (SPKR) turut angkat suara. Lembaga pemantau tersebut meminta Aparat Penegak Hukum (APH) segera turun tangan untuk mengusut dugaan adanya ketidaksesuaian spesifikasi teknis maupun potensi penyimpangan dalam pembangunan taman desa tersebut.

Baca Juga : Kejati Sulsel Dalami Dugaan Korupsi Pengadaan Bibit Nanas 2024, 10 Saksi Diperiksa dan Dua Kantor Dinas Digeledah

“Kami meminta APH melakukan penyelidikan lengkap. Jika ditemukan adanya ketidakwajaran dalam penggunaan anggaran, maka harus ada pihak yang bertanggung jawab,” tegas Koordinator SPKR, Akbar.

Ia menambahkan, kerusakan ini tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut uang negara dan hak masyarakat untuk mendapatkan fasilitas publik yang layak.

Warga Minta Pemerintah Desa Transparan

Selain meminta APH bergerak, warga juga berharap Pemerintah Desa Pancana memberikan penjelasan terbuka mengenai proses pembangunan, kontraktor pelaksana, serta hasil audit jika pernah dilakukan.

“Kami butuh kejelasan. Jangan sampai masalah ini ditutupi. Taman ini milik masyarakat, bukan milik pribadi,” ucap seorang warga lainnya.

Pemerintah Desa Diminta Respons Cepat

Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Desa Pancana belum memberikan pernyataan resmi terkait kerusakan fasilitas tersebut. Warga berharap pemerintah desa segera melakukan tinjauan lapangan dan mengambil langkah cepat untuk memperbaiki sekaligus mengevaluasi pihak yang terlibat dalam proyek tersebut.

Kasus kerusakan Taman Desa Pancana kini menjadi perhatian publik Barru, dan masyarakat menantikan tindak lanjut dari pihak berwenang dalam memastikan akuntabilitas penggunaan anggaran desa.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *